×

Bunda, Jangan Keliru Dalam Manjakan Anak

Jika kita perhatikan bersama, orang tua pada zaman modern ini banyak yang keliru dalam hal memanjakan anak. Para orang tua ini banyak yang menganggap bahwa memanjakan anak adalah bentuk dari kasih sayang.

Padahal, Ukh, memanjakan anak, secara tidak langsung adalah bentuk perlakuan yang bisa menjerumuskan anak.  Mengapa bisa demikian? Hal ini karena memanjakan anak bisa membuat anak-anak kita menjadi tidak mandiri, manja, boros, dan hal negatif lainnya.

Mungkin dampaknya tidak akan terasa dalam satu atau dua tahun. Tetapi perilaku memanjakan anak ini bisa berdampak pada saat anak berada di usia remaja. Misalnya, anak akan mengalami kesulitan dalam bergaul dengan teman-temannya. Hal ini dikarenakan sikap anak yang tidak dewasa dan tidak mandiri.

Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya lemah lembut tidaklah ada pada sesuatu kecuali pasti menghiasinya dan tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali akan merusaknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Sesungguhnya Allah maha lemah lembut dan cinta kelembutan dalam segala perkara.”

Maksudnya, bersikaplah lemah lembut dan ajaklah anak-anak bermain seperti yang dicontohkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat bermain dengan cucu-cucunya. Lemah lembut tidak berarti memanjakan anak dengan sikap yang berlebihan. Karena hal ini malah akan merusak masa depan anak, baik dari sisi psikologi maupun kepribadian.

Jadi, Ukh, janganlah Anda membiasakan diri untuk memanjakan anak, agar anak kita bisa tumbuh dengan kepribadian yang baik. Allahu ‘Alam Bisshawab.

Bagikan Artikel Ini