×
Posted by admin

Anak Agresif wajar tapi jangan dibiarkan

Penting bagi orang tua untuk bisa memahami bahwa tindakan agresif adalah hal wajar yang terjadi pada anak. Mengapa? Sebab, balita masih mengembangkan kemampuan bahasanya, sangat ingin menjadi mandiri, dan belum dapat mengontrol impuls dengan baik sehingga mereka menjadikan tindakan fisik sebagai cara berkomunikasi.

Meskipun begitu, bukan berarti kita bisa membiarkannya begitu saja. Ajarkan pada anak bahwa kebiasaan agresif tidak bisa diterima. Tunjukkan padanya cara lain untuk mengekspresikan perasaan. Lalu, apa yang harus dilakukan orang tua dalam menyikapi tindakan agresif anak? Untuk para orang tua, berikut adalah pedoman praktis dalam menghadapi tindakan agresif pada anak.

1. Tetap Tenang

Berteriak, marah, atau memukul tidak membantu anak dalam mengurangi kebiasaan buruknya. Dengan melakukan hal tersebut hanya akan membuatnya lebih kesal dan ia akan meniru perilaku Anda. Sebab, anak meniru apa yang dilihatnya. Melihat Anda dapat mengontrol emosi justru menjadi salah satu langkah mengajarinya bagaimana cara mengontrol emosi.

2. Buat Batasan

Segera merespon saat si kecil bertindak agresif. Jangan menunggu sampai ia memukul kakaknya sebanyak 3 kali baru Anda mengatakan, “Cukup. Tidak boleh lagi.” Anak harus segera tahu saat ia melakukan kesalahan.

3. Berikan Penjelasan Singkat

Usianya yang sangat belia menyebabkan kemampuan mengolah informasinya masih terbatas, maka omelan panjang lebar justru menjadi tidak efektif. Daripada mengatakan, “Kenapa kamu memukul kakakmu? Kamu tahu kan dipukul itu sakit? Jangan pukul-pukul kakak lagi. Kalau ingin sesuatu bilang,” lebih baik berikan penjelasan singkat. Cukup ucapkan,”Jangan memukul. Dipukul itu sakit.” Penjelasan singkat lebih mudah dipahami oleh anak usia 2 tahun.

4. Meminta Maaf

Arahkan anak untuk meminta maaf setelah ia memukul seseorang. Awalnya, ia akan melakukannya dengan tidak ikhlas, tetapi hal itu tidak apa-apa. Yang paling mendasar adalah ia akan ingat pelajarannya dan jadi terbiasa untuk meminta maaf setelah ia menyakiti orang lain.

5. Aktivitas Fisik

Ajak anak untuk melakukan banyak aktivitas fisik sehingga membakar semua kalorinya. Tenaga yang tidak tersalurkan bisa menjadi salah satu faktor penyebab ia tantrum dan agresif. Ajaklah anak jalan pagi di sekitar rumah, berenang, bermain bola, dan aktivitas fisik lainnya.

Nah bund, itulah pedoman praktis dalam menghadapi tindakan agresif pada anak. Semoga bermanfaat ya.

Bagikan Artikel Ini